OPEN MIND

belajar mengasah pikiran, hati dan rasa melalui goresan tinta

Cara Abu Nawas Merayu Tuhan (12)

20.23 by , under ,

image Tak selamanya Abu Nawas bersikap konyol. Kadang-kadang timbul kedalaman hatinya yang merupakan bukti kesufian dirinya. Bila sedang dalam kesempatan mengajar, ia akan memberikan jawaban-jawaban yang berbobot sekalipun ia tetap menyampaikannya dengan ringan.

Seorang murid Abu Nawas ada yang sering mengajukan macam-macam pertanyaan. Tak jarang ia juga mengomentari ucapan-ucapan Abu Nawas jika sedang memperbincangkan sesuatu. Ini terjadi saat Abu Nawas menerima tiga orang tamu yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada Abu Nawas.

“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” ujar orang yang pertama.

“Orang yang mengerjakan dosa kecil,” jawab Abu Nawas.

“Mengapa begitu,” kata orang pertama mengejar.

“Sebab dosa kecil lebih mudah diampuni oleh Allah,” ujar Abu Nawas. Orang pertama itupun manggut-manggut sangat puas dengan jawaban Abu Nawas.

Giliran orang kedua maju. Ia ternyata mengajukan pertanyaan yang sama, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.

“Yang utama adalah orang yang tidak mengerjakan keduanya,” ujar Abu Nawas.

“Mengapa demikian?” tanya orang kedua lagi.

“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu pengampunan Allah sudah tidak diperlukan lagi,” ujar Abu Nawas santai. Orang kedua itupun manggut-manggut menerima jawaban Abu Nawas dalam hatinya.

Orang ketiga pun maju, pertanyaannya pun juga seratus persen sama. “Manakah yang lebin utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.

“Orang yang mengerjakan dosa besar lebih utama,” ujar Abu Nawas.

“Mengapa bisa begitu?” tanya orang ktiga itu lagi.

“Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba-Nya,” ujar Abu Nawas kalem. Orang ketiga itupun merasa puas argumen tersebut. Ketiga orang itupun lalu beranjak pergi.

***

Si murid yang suka bertanya kontan berujar mendengar kejadian itu. “Mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan tiga jawaban yang berbeda,” katanya tidak mengerti.

Abu Nawas tersenyum. “Manusia itu terbagi atas tiga tingkatan, tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati,” jawab Abu Nawas.

“Apakah tingkatan mata itu?” tanya si murid.

“Seorang anak kecil yang melihat bintang di langit, ia akan menyebut bintang itu kecil karena itulah yang tampak dimatanya,” jawab Abu Nawas memberi perumpamaan.

“Lalu apakah tingkatan otak itu?” tanya si murid lagi.

“Orang pandai yang melihat bintang di langit, ia akan mengatakan bahwa bintang itu besar karena ia memiliki pengetahuan,” jawab Abu Nawas.

“Dan apakah tingkatan hati itu?” Tanya si murid lagi.

“Orang pandai dan paham yang melihat bintang di langit, ia akan tetap mengatakan bahwa bintang itu kecil sekalipun ia tahu yang sebenarnya bintang itu besar, sebab baginya tak ada satupun di dunia ini yang lebih besar dari Allah SWT,” jawab Abu Nawas sambil tersenyum.

Si murid pun mafhum. Ia lalu mengerti mengapa satu pertanyaan bisa mendatangkan jawaban yang berbeda-beda. Tapi si murid itu bertanya lagi.

“Wahai guruku, mungkinkah manusia itu menipu Tuhan?” tanyanya.

“Mungkin,” jawab Abu Nawas santai menerima pertanyaan aneh itu.

“Bagaimana caranya?” tanya si murid lagi.

“Manusia bisa menipu Tuhan dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa,” ujar Abu Nawas.

“Kalau begitu, ajarilah aku doa itu, wahai guru,” ujar si murid antusias.

“Doa itu adalah, “Ialahi lastu lil firdausi ahla, Wala Aqwa alannaril Jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzambil adzimi.” (Wahai Tuhanku, aku tidak pantas menjadi penghuni surga, tapi aku tidak kuat menahan panasnya api neraka. Sebab itulah terimalah tobatku dan ampunilah segala dosa-dosaku, sesungguhnya Kau lah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar).

Banyak orang yang mengamalkan doa yang merayu Tuhan ini.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

juga dengan postingan ini, saya mo pajang award kedua dari pa Sukadi lewat bu Winny. semoga award ini mampu menjadi tambatan jalinan persahabatan.

image

maaf bu winny, baru bisa pajang. terima kasih.



edit post

12 Reply to "Cara Abu Nawas Merayu Tuhan"

PURNOMO SHIDIQ "Faza Fauzi Akbar" on 8 Mei 2010 20.27

sapa yang pingin kayak abu nawas????

 

Abdul Hafizh on 8 Mei 2010 21.50

Subhanallah .. Makasih atas siraman rohaninya sob .. ^^

 

Sang Cerpenis bercerita on 9 Mei 2010 22.39

yah, doa seharusnya gak pake acara merayu Tuhan. Toh Tuhan melihat dan tahu isi hati kita

 

Wiwied on 10 Mei 2010 08.16

::: aku ingat lagu Al-I'tiraaf...

::: kecintaannya memang sulit diabaikan...

::: menjadi indah jika berdoa dengan rayuan ...

::: karena Dia yang menciptakan kosakata indah di sekitar pendengaran kita, agar kita menggunakannya,,,, untuk merayu Nya

::: ^___^ makasih banyak yah udah comment sebelumnya ^-^v, blog renungan yang indah banget

 

Gema on 10 Mei 2010 14.41

keren banget neh, ayo posting lagi cerita kearifan abu nawas :)

 

Psychosocial on 10 Mei 2010 15.58

walau udah pernah baca sebelumnya.... tapi cerita abu nawas yg ini selalu asik buat dibaca...

thx dah berbagi...

 

PURNOMO SHIDIQ "Faza Fauzi Akbar" on 11 Mei 2010 09.39

@abdul hafizh : sama-sama
@mbak fanny sang cerpenis : "merayu", ni istilah abu nawas unuk melafalkan do'a, bukankah beberapa doa itu merayu Tuhan untuk diberi limpahan anugerahNya dan kasih sayangNya?? gimana mbak?? share...
@wiwied : makasih
@gema : tunggu aja...insyaAllah,
@psychosocial : makasih balik....

 

Sang Cerpenis bercerita on 11 Mei 2010 10.18

met siang...

 

senja on 11 Mei 2010 21.23

assalamualaikum sahabat,....

selamat malam,cerita abu nawas ini menarik dan mengandung pesan yg baik.
mksh sharenya ya...dan bahasa indo atau arti dari doanya juga sangat indah ^^

 

nuansa pena on 12 Mei 2010 19.48

Cerita yang oke banget!

 

shidiq on 13 Mei 2010 18.34

@mbak fanny : saat jawab ini, met malam mbak...
@senja : waalaikum salam, oke makasih juga
@nuansa pena : thanks

 

sherlina halim on 10 Oktober 2015 13.19

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

Untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : melasian77cs@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
asianbet77.com

Download Disini

 

Posting Komentar