OPEN MIND

belajar mengasah pikiran, hati dan rasa melalui goresan tinta

Tampilkan postingan dengan label fiksi mini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi mini. Tampilkan semua postingan

Untaian Kalimat tak Bermakna (20)

21.23 by , under ,

Tenggelam

Alam bergetar. Mengguncang seisi bumi. Menggetarkan jiwa. Jiwaku hanyut. Terdiam. Tenggelam dalam samudra kefaqiran. Dalam samudra kuasaNya.

-----

Tak Bernafas

Gubrak! Seisi kamar terbangun. Kaget. Amin terjatuh dari ranjang menjelang subuh. Tepat azan Subuh berkumandang, dia tak bernafas lagi. Mati.

-----

edelweis

Tak disangka, dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki setapak jalan, terjal dan berbatu. Memetik edelweis di puncak Lawu.

-----

Nekad

Dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki jalan terjal dan berbatu. Saat subuh tiba, ditemukan tergantung di seutas tali.

-----

Salah Apa

Apa salahku? Teriak dia. ”Dor...”. Timah panas menembus kepalanya.

-----

Berdua Selamanya

Malam hari masih berduaan. Makan bersama. Bermesraan. ”Aaaggrhhh....”, keduanya tergeletak bersimbah darah dengan pisau ditangannya di pagi buta.

-----

kumpulan fiksi mini (bila bisa disebut fiksi mini) diatas ditulis untuk ikut menyemarakkan dalam kontes fiksi mini yang diadakan oleh wienda . ya, fikmin-fikmin ini ikut fikmin yang pertama berjudul pulang

READ MORE - Untaian Kalimat tak Bermakna



edit post

Pulang (6)

10.55 by , under ,

Senja tiba. Menenggelamkan secuil masa. Menatap merah merona fatamorgana. Mengingatkan untuk kembali. Pulang kembali kepadaNya. Esok hari.

-----------

barisan kalimat diatas sengaja ditulis untuk menyemarakkan dalam kontes fiksi mini yang diadakan oleh wi3nda 

READ MORE - Pulang



edit post