Tenggelam
Alam bergetar. Mengguncang seisi bumi. Menggetarkan jiwa. Jiwaku hanyut. Terdiam. Tenggelam dalam samudra kefaqiran. Dalam samudra kuasaNya.
-----
Tak Bernafas
Gubrak! Seisi kamar terbangun. Kaget. Amin terjatuh dari ranjang menjelang subuh. Tepat azan Subuh berkumandang, dia tak bernafas lagi. Mati.
-----
edelweis
Tak disangka, dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki setapak jalan, terjal dan berbatu. Memetik edelweis di puncak Lawu.
-----
Nekad
Dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki jalan terjal dan berbatu. Saat subuh tiba, ditemukan tergantung di seutas tali.
-----
Salah Apa
Apa salahku? Teriak dia. ”Dor...”. Timah panas menembus kepalanya.
-----
Berdua Selamanya
Malam hari masih berduaan. Makan bersama. Bermesraan. ”Aaaggrhhh....”, keduanya tergeletak bersimbah darah dengan pisau ditangannya di pagi buta.
-----
kumpulan fiksi mini (bila bisa disebut fiksi mini) diatas ditulis untuk ikut menyemarakkan dalam kontes fiksi mini yang diadakan oleh wienda . ya, fikmin-fikmin ini ikut fikmin yang pertama berjudul pulang